Diawali dari kisah persahabatan 4 orang cewek bernama Kay, Salma, Cecille, dan Donna. Masing-masing mewakili karakter dari 4 pergaulan tadi. Kay (Sex), Salma (love) Cecille (Money) dan Donna (Party). Kay (Nita Ferlina), cewe cantik yang tinggal sendirian di apartemen ini memang paling pendiam dibanding 3 sahabatnya, enggak banyak ngomong bahkan enggak suka ngelihat kelakuan Cecille yang matre abis. Sikapnya yang sepertinya mati rasa pada semua cowo, bikin Ben tetarik untuk menjadikan pacarnya. Cecille (Amalya Sutamarza) yang paling berani dan terang-terangan dengan sikapnya. Baginya kalo mau hidup enak di jaman sekarang jangan pake perasaan tapi dengan uang. Makanya ia pun rela gonti ganti cowok tak peduli sudah punya istri atau pun berondong sekalipun, asalkan mereka kaya dan mampu membelikan barang-barang branded, tak masalah buat Cecille. Salma (Indah Pelapory) diantara sahabatnya itu sebenarnya Salma yang paling beruntung. Anak tunggal yang bokapnya pengusaha ini sangat sayang dan cinta sekali pada pacarnya. Namun di balik kehidupan ekonomi yang lebih itu, jutsru ia merasa tertekan saat memergoki ayahnya berselingkuh dengan seorang cewe panggilan. Ditambah lagi pacarnya yang ternyata menghianati cintanya. Sementara Donna (Emmie Lemu) memang tak memiliki fisik cantik seperti ketiga sahabatnya. Bahkan Donna memilki tubuh besar. Namun ia tak berkecil hati, party dan party menjadi penghias dalam kehidupan malam Donna. Dibalik sifat dingin dan antipatinya pada cowo, ternyata tanpa diketahui Salma, Cecille dan Donna, Kay menjadi simpanan om kaya raya yang gila seks. Namun semua itu dilakukan Kay dengan terpaksa. Bahkan Kay menjadi bulan-bulanan pria sadis itu. Sampai akhirnya hubungan terlarang itu terbongkar. Dari situ lah persahabatan mereka mulai pecah terutama Donna dan Cecille yang menganggap Kay sebagai perempuan munafik lantaran pria yang dikencaninya itu ternyata omnya Donna sendiri. Begitu juga dengan Cecille, petualangannya cinta dengan pria beristri jutsru menyeretnya ke kehidupan yang kelam. Dengan terpaksa, Cecille melayani klien pacarnya hanya demi uang yang didewakan. Sampai suatu ketika tragedi yang menimpa Salma membuat mereka sadar kalau yang mereka cari selama ini hanyalah materi dan kepuasan semu. Film yang ceritanya ditulis Angie ‘Virgin’ ini memang patut ditonton. Tak hanya anak muda tapi juga orangtua. Karena di film ini Angie tak hanya menyinggung soal kelakuan anak muda tapi juga menyentil kenakalan orangtua. Kisah ini ditulis Angie dari kisah nyata. “Ke empat karakter itu memang saya tulis dari kisah nyata yang saya tulis dari inspirasi temen-temen yang share pada saya,” ucap Angie. Secara keseluruhan cerita Angie ini cukup menarik meski banyak cerita yang sudah bisa ditebak dan serba kebetulan seperti cerita sinetron. Hanya saja di pengujung film, banyak penonton yang tak menduga kalau salah satu karakter harus dihilangkan. Menjadi catatan, logat dari para pemain terasa seperti dalam bahasa buku. Banyak kalimat-kalimat yang mubazir yang seharusnya tak perlu di ucapkan dalam media film. Terkesan kaku bila mendengarnya. Selain itu, diantara adegan yang seharusnya romantis terutama saat Salma dan pacaranya di atas perahu justru tak didukung dengan alunan musik juga pengambilam gambar yang sempurna. Dari segi pemain, bintang-bintang baru ini cukup baik memerankan karakternya. Effi Zen selaku sutradara pun mengaku tak kesulitan dalam mengatur pemain. Karena karakter yang diperankan memang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Namun menurut Shanker selaku produser Indika Entertainement setidaknya Cewe Matre ini menjadi peringatan kembali akan perubahan jaman saat ini. Dan yang patut dihargai lantaran adegan syurnya masih dalam tahap batas badan sensor film. Walau pun ada potongan bukan karena adegan syurnya melainkan karena over durasi. Catet tanggal tayangnya, 8 Juni 2006 hanya di layar bioskop.
Senin, 12 Juni 2006
Antara Perasaan Atau Harta
Sukses Virgin, kembali film nasional diramaikan dengan kisah tentang gaya hidup anak remaja yang tinggal di Metropolitan. Bedanya, di film Cewe Matrepolis ini mengangkat tema tentang Money, Love, Sex dan Party yang memang sudah bagian dari lifestyle anak remaja saat ini.

Diawali dari kisah persahabatan 4 orang cewek bernama Kay, Salma, Cecille, dan Donna. Masing-masing mewakili karakter dari 4 pergaulan tadi. Kay (Sex), Salma (love) Cecille (Money) dan Donna (Party). Kay (Nita Ferlina), cewe cantik yang tinggal sendirian di apartemen ini memang paling pendiam dibanding 3 sahabatnya, enggak banyak ngomong bahkan enggak suka ngelihat kelakuan Cecille yang matre abis. Sikapnya yang sepertinya mati rasa pada semua cowo, bikin Ben tetarik untuk menjadikan pacarnya. Cecille (Amalya Sutamarza) yang paling berani dan terang-terangan dengan sikapnya. Baginya kalo mau hidup enak di jaman sekarang jangan pake perasaan tapi dengan uang. Makanya ia pun rela gonti ganti cowok tak peduli sudah punya istri atau pun berondong sekalipun, asalkan mereka kaya dan mampu membelikan barang-barang branded, tak masalah buat Cecille. Salma (Indah Pelapory) diantara sahabatnya itu sebenarnya Salma yang paling beruntung. Anak tunggal yang bokapnya pengusaha ini sangat sayang dan cinta sekali pada pacarnya. Namun di balik kehidupan ekonomi yang lebih itu, jutsru ia merasa tertekan saat memergoki ayahnya berselingkuh dengan seorang cewe panggilan. Ditambah lagi pacarnya yang ternyata menghianati cintanya. Sementara Donna (Emmie Lemu) memang tak memiliki fisik cantik seperti ketiga sahabatnya. Bahkan Donna memilki tubuh besar. Namun ia tak berkecil hati, party dan party menjadi penghias dalam kehidupan malam Donna. Dibalik sifat dingin dan antipatinya pada cowo, ternyata tanpa diketahui Salma, Cecille dan Donna, Kay menjadi simpanan om kaya raya yang gila seks. Namun semua itu dilakukan Kay dengan terpaksa. Bahkan Kay menjadi bulan-bulanan pria sadis itu. Sampai akhirnya hubungan terlarang itu terbongkar. Dari situ lah persahabatan mereka mulai pecah terutama Donna dan Cecille yang menganggap Kay sebagai perempuan munafik lantaran pria yang dikencaninya itu ternyata omnya Donna sendiri. Begitu juga dengan Cecille, petualangannya cinta dengan pria beristri jutsru menyeretnya ke kehidupan yang kelam. Dengan terpaksa, Cecille melayani klien pacarnya hanya demi uang yang didewakan. Sampai suatu ketika tragedi yang menimpa Salma membuat mereka sadar kalau yang mereka cari selama ini hanyalah materi dan kepuasan semu. Film yang ceritanya ditulis Angie ‘Virgin’ ini memang patut ditonton. Tak hanya anak muda tapi juga orangtua. Karena di film ini Angie tak hanya menyinggung soal kelakuan anak muda tapi juga menyentil kenakalan orangtua. Kisah ini ditulis Angie dari kisah nyata. “Ke empat karakter itu memang saya tulis dari kisah nyata yang saya tulis dari inspirasi temen-temen yang share pada saya,” ucap Angie. Secara keseluruhan cerita Angie ini cukup menarik meski banyak cerita yang sudah bisa ditebak dan serba kebetulan seperti cerita sinetron. Hanya saja di pengujung film, banyak penonton yang tak menduga kalau salah satu karakter harus dihilangkan. Menjadi catatan, logat dari para pemain terasa seperti dalam bahasa buku. Banyak kalimat-kalimat yang mubazir yang seharusnya tak perlu di ucapkan dalam media film. Terkesan kaku bila mendengarnya. Selain itu, diantara adegan yang seharusnya romantis terutama saat Salma dan pacaranya di atas perahu justru tak didukung dengan alunan musik juga pengambilam gambar yang sempurna. Dari segi pemain, bintang-bintang baru ini cukup baik memerankan karakternya. Effi Zen selaku sutradara pun mengaku tak kesulitan dalam mengatur pemain. Karena karakter yang diperankan memang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Namun menurut Shanker selaku produser Indika Entertainement setidaknya Cewe Matre ini menjadi peringatan kembali akan perubahan jaman saat ini. Dan yang patut dihargai lantaran adegan syurnya masih dalam tahap batas badan sensor film. Walau pun ada potongan bukan karena adegan syurnya melainkan karena over durasi. Catet tanggal tayangnya, 8 Juni 2006 hanya di layar bioskop.
Diawali dari kisah persahabatan 4 orang cewek bernama Kay, Salma, Cecille, dan Donna. Masing-masing mewakili karakter dari 4 pergaulan tadi. Kay (Sex), Salma (love) Cecille (Money) dan Donna (Party). Kay (Nita Ferlina), cewe cantik yang tinggal sendirian di apartemen ini memang paling pendiam dibanding 3 sahabatnya, enggak banyak ngomong bahkan enggak suka ngelihat kelakuan Cecille yang matre abis. Sikapnya yang sepertinya mati rasa pada semua cowo, bikin Ben tetarik untuk menjadikan pacarnya. Cecille (Amalya Sutamarza) yang paling berani dan terang-terangan dengan sikapnya. Baginya kalo mau hidup enak di jaman sekarang jangan pake perasaan tapi dengan uang. Makanya ia pun rela gonti ganti cowok tak peduli sudah punya istri atau pun berondong sekalipun, asalkan mereka kaya dan mampu membelikan barang-barang branded, tak masalah buat Cecille. Salma (Indah Pelapory) diantara sahabatnya itu sebenarnya Salma yang paling beruntung. Anak tunggal yang bokapnya pengusaha ini sangat sayang dan cinta sekali pada pacarnya. Namun di balik kehidupan ekonomi yang lebih itu, jutsru ia merasa tertekan saat memergoki ayahnya berselingkuh dengan seorang cewe panggilan. Ditambah lagi pacarnya yang ternyata menghianati cintanya. Sementara Donna (Emmie Lemu) memang tak memiliki fisik cantik seperti ketiga sahabatnya. Bahkan Donna memilki tubuh besar. Namun ia tak berkecil hati, party dan party menjadi penghias dalam kehidupan malam Donna. Dibalik sifat dingin dan antipatinya pada cowo, ternyata tanpa diketahui Salma, Cecille dan Donna, Kay menjadi simpanan om kaya raya yang gila seks. Namun semua itu dilakukan Kay dengan terpaksa. Bahkan Kay menjadi bulan-bulanan pria sadis itu. Sampai akhirnya hubungan terlarang itu terbongkar. Dari situ lah persahabatan mereka mulai pecah terutama Donna dan Cecille yang menganggap Kay sebagai perempuan munafik lantaran pria yang dikencaninya itu ternyata omnya Donna sendiri. Begitu juga dengan Cecille, petualangannya cinta dengan pria beristri jutsru menyeretnya ke kehidupan yang kelam. Dengan terpaksa, Cecille melayani klien pacarnya hanya demi uang yang didewakan. Sampai suatu ketika tragedi yang menimpa Salma membuat mereka sadar kalau yang mereka cari selama ini hanyalah materi dan kepuasan semu. Film yang ceritanya ditulis Angie ‘Virgin’ ini memang patut ditonton. Tak hanya anak muda tapi juga orangtua. Karena di film ini Angie tak hanya menyinggung soal kelakuan anak muda tapi juga menyentil kenakalan orangtua. Kisah ini ditulis Angie dari kisah nyata. “Ke empat karakter itu memang saya tulis dari kisah nyata yang saya tulis dari inspirasi temen-temen yang share pada saya,” ucap Angie. Secara keseluruhan cerita Angie ini cukup menarik meski banyak cerita yang sudah bisa ditebak dan serba kebetulan seperti cerita sinetron. Hanya saja di pengujung film, banyak penonton yang tak menduga kalau salah satu karakter harus dihilangkan. Menjadi catatan, logat dari para pemain terasa seperti dalam bahasa buku. Banyak kalimat-kalimat yang mubazir yang seharusnya tak perlu di ucapkan dalam media film. Terkesan kaku bila mendengarnya. Selain itu, diantara adegan yang seharusnya romantis terutama saat Salma dan pacaranya di atas perahu justru tak didukung dengan alunan musik juga pengambilam gambar yang sempurna. Dari segi pemain, bintang-bintang baru ini cukup baik memerankan karakternya. Effi Zen selaku sutradara pun mengaku tak kesulitan dalam mengatur pemain. Karena karakter yang diperankan memang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Namun menurut Shanker selaku produser Indika Entertainement setidaknya Cewe Matre ini menjadi peringatan kembali akan perubahan jaman saat ini. Dan yang patut dihargai lantaran adegan syurnya masih dalam tahap batas badan sensor film. Walau pun ada potongan bukan karena adegan syurnya melainkan karena over durasi. Catet tanggal tayangnya, 8 Juni 2006 hanya di layar bioskop.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mas Ari, terima kasih atas ulasannya, sisca akan melunasi nonton film2 yg direkomendasikan saat pulang suatu hari.
BalasHapusMenjawab pertanyaanmu, sisca tidak punya apa apa. Hanya seorang perantau, berusaha melewati musim demi musim.
Perasaan bagi sisca adalah harta, sisca menjaganya dgn seksama agar jgn sampai melukai,ataupun ada terluka krn kehadiran sisca.
Selamat nonton bola dan sukses selalu untukmu :)
Mas,sekedar pemberitahuan, SBmu gak bisa si Shout.
BalasHapus